PANGKALPINANG — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eko Sentosa, mendorong Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI untuk terus bertransformasi dan berinovasi mengikuti perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
Hal tersebut disampaikan Eko saat menjadi narasumber dalam talkshow Ruang Publik yang disiarkan langsung LPP TVRI Bangka Belitung, Jumat (21/8/2026).
Talkshow bertajuk “64 Tahun TVRI, Bertransformasi, Berinovasi, Melayani Negeri” tersebut, digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 TVRI. Diskusi yang berlangsung sekitar satu jam dari Studio 1 LPP TVRI Bangka Belitung itu, dipandu presenter Olin Lumbantoruan.
Selain Eko, hadir pula sebagai narasumber, Kepala TVRI Stasiun Bangka Belitung Emirizon, Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung Akhmad Elvian, serta Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bangka Belitung M. Adha Al Kodri.
Dalam kesempatan tersebut, Eko mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Saat ini, kata Eko, masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan media konvensional seperti surat kabar dan televisi, tetapi memiliki beragam pilihan platform digital.
“Saat ini masyarakat tak hanya bergantung pada surat kabar ataupun televisi. Ada banyak platform yang tersedia untuk masyarakat dalam memperoleh atau mendengarkan informasi, yang disajikan secara singkat dan menarik. Namun, kita semua tidak bisa memastikan apakah informasi yang diedarkan itu kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Eko.
Menurut Eko, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik. Di tengah derasnya arus informasi digital, lanjut dia, TVRI dinilai memiliki posisi penting sebagai sumber informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kata Eko, juga memandang TVRI sebagai salah satu mitra strategis dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat, khususnya terkait pembangunan dan potensi daerah.
“Di Bangka Belitung ini, televisi yang paling juara adalah TVRI. Melalui TVRI, masyarakat jadi tahu tentang apa saja program pemerintah, pembangunan, potensi-potensi daerah, serta berbagai sisi positif lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tuturnya.
Namun demikian, Eko menilai lembaga penyiaran perlu memperhatikan perubahan karakter masyarakat dalam mengonsumsi informasi. Salah satu persoalan yang dihadapi saat ini, lanjut Eko, adalah derasnya arus informasi yang masuk melalui berbagai platform digital.
Karena itu, ia mendorong TVRI untuk tidak hanya menyampaikan informasi secara satu arah, tetapi juga membuka ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saat ini, platform-platform digital seperti TikTok, Instagram dan sebagainya lebih disukai oleh masyarakat. Selain menyajikan informasi yang singkat, platform-platform ini memberikan hal berbeda, yakni ruang bagi masyarakat untuk saling berkomunikasi,” ujarnya.
Eko mengatakan masyarakat saat ini juga menginginkan adanya ruang untuk menyampaikan pendapat secara langsung dan mendapatkan respons dari para pemangku kebijakan.
“Masyarakat saat ini juga menginginkan pendapat mereka bisa langsung dilihat secara live dan pendapat itu bisa langsung dieksekusi oleh pemangku kebijakan. Akan tetapi, kita juga harus meminta kepada masyarakat untuk tetap menyampaikan pendapatnya dengan baik dan santun,” sambungnya.
Selain mendorong penguatan interaksi dengan masyarakat, Eko menyarankan TVRI melakukan riset secara berkala mengenai pola konsumsi media masyarakat. Menurutnya, ukuran keberhasilan media tidak semata-mata ditentukan oleh rating, tetapi juga perlu melihat perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi.
“Karena sebelum tahun 2020-an, saya masih melihat televisi sebagai saluran informasi. Tapi di zaman sekarang, masyarakat pasti membutuhkan informasi kapan pun dan di mana pun. Bahkan sekarang informasi itu bisa diakses lewat handphone,” katanya.
Eko menambahkan, kebutuhan informasi tidak hanya datang dari masyarakat. Pemerintah daerah juga membutuhkan ruang untuk menyampaikan berbagai program dan kebijakan secara utuh kepada publik.
Dalam konteks tersebut, Eko menilai TVRI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah karena memiliki rekam jejak dan kredibilitas sebagai lembaga penyiaran publik.
“Kami menginginkan informasi yang dimiliki pemerintah daerah bisa sampai ke masyarakat dengan baik, utuh dan akurat. TVRI adalah media yang sudah kredibel. Soal konten dan isi siaran yang disajikan, tentunya tak perlu dipertanyakan lagi, pasti bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus membangun sinergi dengan TVRI dalam menyampaikan informasi pembangunan, pelayanan publik, maupun berbagai potensi daerah kepada masyarakat. “Ke depannya, kami akan terus bersinergi dengan TVRI,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eko menyampaikan harapan agar di usia ke-64 tahun, TVRI semakin mampu memperkuat perannya sebagai lembaga penyiaran publik yang dekat dengan masyarakat.
Ia berharap TVRI terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi, tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai media yang menyajikan informasi yang kredibel, edukatif dan mencerdaskan.
“Di usia ke-64 tahun ini, kami berharap TVRI semakin maju, semakin inovatif dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Tetap menjadi media yang memberikan informasi yang akurat, edukatif dan mencerdaskan masyarakat, serta terus hadir untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi yang dilakukan TVRI diharapkan tidak hanya memperkuat eksistensinya sebagai lembaga penyiaran publik, tetapi juga semakin memperluas jangkauan pelayanan informasi kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan berbagai platform digital.
“Semoga TVRI semakin dekat dengan masyarakat dan terus menjadi mitra strategis pemerintah maupun masyarakat dalam menyampaikan informasi yang positif dan bermanfaat,” tutupnya.