Pangkalpinang, 11 September 2025 – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Bidang Keamanan Informasi menyampaikan materi bertajuk Security Awareness in Healthcare sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber di bidang layanan kesehatan. Sebanyak kurang lebih 200 (dua ratus) Mahasiswa dan Mahasiswi tahun ajaran 2025 yang terdiri dari jurusan Keperawatan, Kebidanan dan Pariwisata memadati Gedung Auditorium Kampus B Institut Citra Internasional yang berlokasi di Desa Cekong Abang Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka

Penyampaian materi dilakukan oleh Riswanto, S.Kom, Pranata Komputer Ahli Pertama, yang juga berpengalaman sebagai Koordinator Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber se-Provinsi Babel serta anggota Tim ISO 27001 SMKI Diskominfo Babel.

Dalam pemaparannya, Riswanto menekankan bahwa kesadaran keamanan di sektor kesehatan sangat penting untuk:

  • Mengubah sikap dan kebiasaan organisasi,
  • Memberikan pelatihan khusus bagi tenaga kesehatan,
  • Menumbuhkan penghargaan terhadap pentingnya keamanan data,
  • Mengurangi risiko kegagalan sistem akibat serangan,
  • Membentuk profesional yang memiliki visi serta respon proaktif terhadap ancaman.

Ia juga mengingatkan bahwa layanan kesehatan rentan terhadap berbagai ancaman siber, seperti phishing, ransomware, pencurian data pasien, kerentanan perangkat medis, hingga kesalahan konfigurasi cloud. Kasus kebocoran data BPJS Kesehatan pada tahun 2021 yang melibatkan 279 juta data pasien serta serangan terhadap NHS Inggris di tahun 2023 menjadi bukti nyata seriusnya ancaman ini.

Data pasien sama dengan nyawa pasien. Jika data bocor atau sistem lumpuh karena serangan, maka keselamatan pasien bisa terancam,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, organisasi layanan kesehatan diimbau untuk:

  • Menerapkan autentikasi ganda dan kontrol akses ketat,
  • Menggunakan enkripsi pada data pasien,
  • Melakukan pembaruan sistem IT secara berkala,
  • Melatih staf medis dalam keamanan siber,
  • Menyusun rencana darurat dan pemulihan data,
  • Mengelola risiko pihak ketiga serta mengamankan perangkat medis yang terhubung.

Melalui kegiatan ini, Diskominfo Babel berharap kesadaran keamanan informasi di sektor kesehatan dapat meningkat sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang aman, terpercaya, dan terlindungi dari ancaman siber.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi csirt@babelprov.go.id